Rabu, 26 Agustus 2015

Puisi: Pada Muda

Dalam pandangan yang rabun, ada hati yang jernih.di balik wajah yang buruk, ada etika yang mulia.

Lawan sebenarnya adalah nafsu yang gila, perompak dekil demi kerakusan.

Lahirlah pada muda, berjuang setia pada panas dan hujan.
Jika mati muda , senyuman  bunda menjadi surat cinta berisi doa.

Cinta itu Nyeri

Gusar terus mengerayangi kulit-kulit.
taman bunga sekejap tandus, apalagi kalau bukan nyeri.

Senin, 30 Maret 2015

Puisi: Dengar..!

Tergantung berada dimana? Maka kau akan melebur sebagaimana aromanya.

Menjalar searah pikiran yang tersangka benar, maka telanjanglah Adam.

kau, aku, terikat dalam segumpal daging yang berbicara

Sabtu, 28 Maret 2015

Foto : Kegembiraan Menyambut Hujan.



Hujan yang mulai turun sejak musim panas yang berkepanjangan di wilayah Aceh Besar dan Banda Aceh disambut gembira Anak-anak sekolah Dasar (SD) yang bertempat di lingkungan kampus Abulyatama, Aceh Besar dengan bermain dalam genangan air di depan salah satu gedung kuliah kampus tersebut saat jam pulang sekolah.

Buang 'Hajat'

Foto kawanan kerbau menyeberang Krueng (sungai) Teungku,
Aceh Besar
 / Rahmat Hidayat (2009)
HAJAT. Sudah jadi kebiasaan hampir seluruh masyarakat yang berada di penggunungan maupun di kaki gunung yang di belah oleh banyak sungai membuang 'hajat' didalamnya.

Pemukiman yang rengang maupun tidak mampu membangun sanitasi memang bukan sebuah alasan atas kebiasan yang dipandang 'lucu' oleh mereka yang biasa meloloskan ampas lauk pauk ke dalam tampungan.

Rabu, 25 Maret 2015

Pada Sahabat Kecil




Apa kabarmu sobat?Lama tidak berjumpa.

Aku masih seperti sedia kala. apa yang perlu kamu tau? Kamu tau pasti tentangku.

Sejak terakhir berpesta kopi, Kita memang tidak biasa membahas pergiokan yang sekarang kian merajalela di atmosfir kutaraja (Banda Aceh). Tidak juga kita terlalu peduli pada lambang dan warna-warni politik kaum biokrat itu.

Jumat, 20 Maret 2015

Cerita : Nasehat "Jangan Mabuk" Dari Pemabuk.

NASEHAT. Malam kian larut, cahaya purnama mendesak masuk dari rimbun tajuk pohon yang lebat menutupi batang sungai di sebuah tempat yang tersembunyi. Kami menyebutnya tempat "rahasia". Jauh dari kebisingan dan hiruk-pikuk sombongnya kota.
Tempatnya memang agak terpencil, namun hanya 20 menit dari pusat kota Banda Aceh. Tidak ada Listrik disana, penerangan hanya mengandalkan rambatan cahaya jilatan api dari kaleng bersumbu yang diisi minyak bumi.