Banda Aceh- Saat mengenang kejadian disitulah muncul kerinduan, mungkin, kata itu yang lebih tepat untuk mengambarkan kesedihan dan kerinduan Daniel Amrizal pada keluarga yang meninggal Dalam musibah bencana Tsunami pada 24 Desember 2004 di Aceh.
Bencana gempa yang diikuti oleh gelombang tsunami 10 tahun lalu menerjang kampung halaman Daniel di tepian sungai Aceh yang terletak tidak telalu jauh dari pesisir pantai di wilayah Peulangahan, Kecamatan Kutaraja Banda Aceh.
Gelombang dasyat tersebut,Tidak hanya meluluhlantahkan infrasruktur desanya menjadi hamparan tanah kosong, namun mengakibatkan ribuan korban jiwa meninggal pada hari itu. Menurut catatan kementerian Sosial sebanyak 105. 2620 orang meninggal dalam tsunami,dengan itu bisa dikatakan 5 orang diantara korban tersebut adalah keluarga Daniel yang tidak selamat dan tidak diketahui dimana jenazahnya.


