Jumat, 25 Desember 2015

Kisah Tsunami Daniel "Antara Hidup Dan Mati".

Banda Aceh- Saat mengenang kejadian disitulah muncul kerinduan, mungkin, kata itu yang lebih tepat untuk mengambarkan kesedihan dan kerinduan Daniel Amrizal pada keluarga yang meninggal Dalam musibah bencana Tsunami  pada 24 Desember 2004 di Aceh.

Bencana gempa yang diikuti oleh gelombang tsunami 10 tahun lalu menerjang kampung halaman Daniel di tepian sungai Aceh yang terletak tidak telalu jauh dari pesisir pantai di wilayah Peulangahan, Kecamatan Kutaraja Banda Aceh.

Gelombang dasyat tersebut,Tidak hanya meluluhlantahkan infrasruktur desanya menjadi hamparan tanah kosong, namun mengakibatkan ribuan korban jiwa meninggal pada hari itu. Menurut catatan kementerian Sosial sebanyak 105. 2620 orang meninggal dalam tsunami,dengan itu bisa dikatakan 5 orang diantara korban tersebut adalah keluarga Daniel yang tidak selamat dan tidak diketahui dimana jenazahnya.

Rabu, 26 Agustus 2015

Puisi: Pada Muda

Dalam pandangan yang rabun, ada hati yang jernih.di balik wajah yang buruk, ada etika yang mulia.

Lawan sebenarnya adalah nafsu yang gila, perompak dekil demi kerakusan.

Lahirlah pada muda, berjuang setia pada panas dan hujan.
Jika mati muda , senyuman  bunda menjadi surat cinta berisi doa.

Cinta itu Nyeri

Gusar terus mengerayangi kulit-kulit.
taman bunga sekejap tandus, apalagi kalau bukan nyeri.

Senin, 30 Maret 2015

Puisi: Dengar..!

Tergantung berada dimana? Maka kau akan melebur sebagaimana aromanya.

Menjalar searah pikiran yang tersangka benar, maka telanjanglah Adam.

kau, aku, terikat dalam segumpal daging yang berbicara

Sabtu, 28 Maret 2015

Foto : Kegembiraan Menyambut Hujan.



Hujan yang mulai turun sejak musim panas yang berkepanjangan di wilayah Aceh Besar dan Banda Aceh disambut gembira Anak-anak sekolah Dasar (SD) yang bertempat di lingkungan kampus Abulyatama, Aceh Besar dengan bermain dalam genangan air di depan salah satu gedung kuliah kampus tersebut saat jam pulang sekolah.

Buang 'Hajat'

Foto kawanan kerbau menyeberang Krueng (sungai) Teungku,
Aceh Besar
 / Rahmat Hidayat (2009)
HAJAT. Sudah jadi kebiasaan hampir seluruh masyarakat yang berada di penggunungan maupun di kaki gunung yang di belah oleh banyak sungai membuang 'hajat' didalamnya.

Pemukiman yang rengang maupun tidak mampu membangun sanitasi memang bukan sebuah alasan atas kebiasan yang dipandang 'lucu' oleh mereka yang biasa meloloskan ampas lauk pauk ke dalam tampungan.

Rabu, 25 Maret 2015

Pada Sahabat Kecil




Apa kabarmu sobat?Lama tidak berjumpa.

Aku masih seperti sedia kala. apa yang perlu kamu tau? Kamu tau pasti tentangku.

Sejak terakhir berpesta kopi, Kita memang tidak biasa membahas pergiokan yang sekarang kian merajalela di atmosfir kutaraja (Banda Aceh). Tidak juga kita terlalu peduli pada lambang dan warna-warni politik kaum biokrat itu.